This site has limited support for your browser. We recommend switching to Edge, Chrome, Safari, or Firefox.

Pengiriman Langsung dari Pabrik Kami. Pengiriman Cepat.

Gratis Pengiriman dengan Pembelanjaan Rp6,000,000!

Subscribe to our e-newsletter to enjoy 5% off your first order.

Cart 0

Congratulations! Your order qualifies for free shipping You are Rp 1.000 away from free shipping.

No more products available for purchase

Products
Pair with
Is this a gift?
Subtotal Free
Shipping, taxes, and discount codes are calculated at checkout

Your Cart is Empty

Kenali perbedaan Lemari: Freestanding vs. Built-in Wardrobe

Lemari freestanding (source: grueenerde.com)

Ketika memilih lemari untuk rumah, Anda sering dihadapkan pada dua pilihan utama: lemari freestanding atau knock down (yang berdiri sendiri, dapat dibongkar pasang dan digeser) dan lemari built-in (lemari permanen, menempel dengan dinding, plafon, dan lantai rumah). Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Sebelum menentukan pilihan antara keduanya, Anda dapat mengetahui lebih dalam mengenai perbedaan antara keduanya.

 

  1. Lemari Freestanding: Lemari yang dirakit dari beberapa bagian terpisah dan dapat dengan mudah dibongkar dan dipindahkan. Lemari ini biasanya dibuat dari material seperti MDF atau particle board yang dilapisi HPL, veneer atau melamin. 

  2. Lemari Built-in: Lemari yang dirancang khusus untuk ruang tertentu dan terintegrasi dengan struktur bangunan. Biasanya terbuat dari kayu solid atau material berkualitas tinggi, lemari ini dibuat sesuai dengan ukuran dan desain ruangan.

Sementara keuntungan dari keduanya adalah sebagai berikut ini:

Lemari Freestanding: 

  1. Mudah Dipindahkan: Cocok untuk yang sering pindah rumah atau yang sering mengganti penempatan mebel dalam rumah. Mudah dipindahkan atau dibongkar dan dirakit kembali di tempat baru. 

  2. Biaya Lebih Rendah: Lemari jenis ini umumnya lebih terjangkau dibandingkan dengan lemari built-in. 

  3. Beragam Desain: Tersedia dalam berbagai model dan warna, memberikan fleksibilitas dalam pemilihan gaya. 

Lemari Built-in:

  1. Customizable: Dapat dirancang sesuai kebutuhan dan preferensi, memaksimalkan penggunaan ruang.

  2. Estetika yang Lebih Baik: Karena terintegrasi dengan dinding, lemari built-in sering kali memberikan tampilan yang lebih rapi dan elegan.

  3. Memaksimalkan Ruang: Ukuran dapat disesuaikan dengan besaran area yang tersedia.

Cukup banyak keuntungan dari masing-masing jenis lemari, tetapi tidak lepas dari konsekuensi bahwa lemari built-in akan memakan biaya yang lebih besar dan waktu pemasangan yang lebih lama dibandingkan dengan lemari freestanding. Memilih antara lemari freestanding dan built-in tergantung pada kebutuhan dan preferensi pribadi Anda. Jika Anda mencari solusi yang lebih ekonomis dan fleksibel, lemari freestanding adalah pilihan yang tepat. Namun, jika Anda mengutamakan estetika dan desain yang customizable, lemari built-in bisa menjadi investasi jangka panjang yang baik. Pertimbangkan ruang, anggaran, dan gaya hidup Anda sebelum membuat keputusan.

JIka masih bingung, Anda dapat konsultasikan secara gratis dengan wardrobe designer CELLINI melalui whatsapp disini. sebelum memutuskan memilih lemari jenis apa yang cocok untuk kebutuhan Anda.

Furniture Collections